Home » Status INRASFF » Latar Belakang Penerapan Sistem Inrasff

Latar Belakang Penerapan Sistem INRASFF

 

Menjamin Keamanan Pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia

 

   European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EU RASFF) merupakan sistem kewaspadaan dini/ cepat (rapid alert system) yang dikembangkan oleh Uni Eropa sebagai sistem notifikasi pangan dan pakan yang berisiko langsung atau tidak langsung bagi kesehatan manusia dan tindakan penanganan/ penanggulangan yang perlu diambil oleh pihak berwenang untuk mencegah risiko tersebut masuk ke rantai pangan.

     Saat ini, RASFF yang pada awalnya dikembangkan di Eropa selama kurang lebih 30 tahun telah menjadi isyu global. Hal ini dikarenakan, mendapatkan pangan yang bermutu dan aman telah menjadi prioritas berbagai bangsa di setiap Negara, tak terkecuali, Indonesia.

      Setiap individu berhak untuk mengonsumsi pangan yang aman dan bermutu. Pemerintah selaku otoritas kompeten berkewajiban untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan cara menjamin keamanan pangan yang beredar terhadap kemungkinan tercemarnya pangan oleh bahaya fisik, kimia, atau biologi. Dengan diaplikasikannya RASFF secara tidak langsung dapat meminimalisir risiko konsumen dari mengkonsumsi pangan yang telah teridentifikasi bahaya.

Komitmen Indonesia terhadap kesepakatan di tingkat Regional ASEAN

 

Pada workshop regional ASEAN Rapid Alert System for Food and Feed (ASEAN RASFF) yang diselenggarakan di Jakarta pada 3 – 5 Juni 2008, Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk mulai mengembangkan national alert system yang selaras dengan ASEAN RASFF. Untuk itu, diperlukan persiapan yang komprehensif dalam rangka penerapan Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF).

Selain itu, berdasarkan rekomendasi dalam 3rd EU-ASEAN Workshop on RASFF, Hanoi, 3 – 5 Nopember 2009 disepakati bahwa negara – negara anggota ASEAN harus concern dalam pengembangan dan penerapan RASFF di tingkat nasional maupun regional, untuk itu Indonesia, selaku negara anggota ASEAN merasa perlu memperkuat tim nasional RASFF terlebih dahulu sebelum bergabung dengan ASEAN RASFF.