Home » Status INRASFF » Kesiapan Indonesia

KESIAPAN INDONESIA DALAM RANGKA PENERAPAN INRASFF

Beberapa hal yang telah dilakukan Indonesia dalam rangka penerapan INRASFF, yaitu:
1.    Identifikasi Competence Contact Point (CCP) di Instansi terkait
2.    Pembentukan Working Group INRASFF pada tanggal 30 Juni 2010
3.    Pembuatan roadmap pelaksanaan INRASFF
4.    Adanya Rancangan guideline INRASFF
5.    Adanya rancangan TOR / Proposal INRASFF
6.    Adanya aplikasi untuk pertukaran informasi dalam INRASFF

1.          Identifikasi Competence Contact Point (CCP) di Instansi terkait
         Rekomendasi tim EU expert on RASFF pada kunjungan pertama adalah agar segera dilakukan identifikasi NCP dan CCP di Indonesia, maka sebagai tindak lanjutnya, Badan POM RI mengirimkan surat kepada sekretaris jenderal di kementerian terkait perihal permintaan RASFF Competence Contact Point (CCP) dan penentuan National Contact Point (NCP) di masing – masing kementerian terkait.
Berdasarkan formulir isian yang dikembalikan ke Badan POM RI,  4 dari 6 instansi memberikan dukungannya untuk mendukung Badan POM sebagai NCP. Selain itu, telah teridentifikasi CCP di Kementerian terkait.              

2.           Pembentukan Working Group INRASFF
Working Group on RASFF telah terbentuk pada tanggal 30 Juni 2010, yang beranggotakan perwakilan dari beberapa instansi terkait keamanan pangan di tingkat pusat. Working Group terdiri dari CCP di Kementerian terkait dan juga staf yang diberi tanggung jawab khusus untuk menangani RASFF. Payung hukum working group INRASFF sedang disiapkan dengan mengacu pada legal aspek Jejaring Keamanan Pangan Nasional, yaitu Keputusan Menko Kesra No. 23 Tahun 2011.

3.          Pembuatan roadmap pelaksanaan INRASFF
Kegiatan RASFF harus terprogram dan terintegrasi dengan baik. Implementasi national RASFF harus berjalan dengan baik dan lancar terlebih dahulu sebelum Indonesia menjadi anggota/ berperan serta dalam ASEAN RASFF. Untuk itu diperlukan arahan kegiatan RASFF lima tahun kedepan

2010

2011

2012

2013

2014

1. Penguatan SKPKP di Badan POM RI

1. Pemetaan Tugas dan Fungsi antar instansi terkait RASFF

1. Aplikasi sistem National RASFF di Indonesia

1. Revisi dan perbaikan aplikasi sistem nasional RASFF di Indonesia

Indonesia berperan serta dalam ASEAN RAPID ALERT SYSTEM FOR FOOD AND FEED 

2. Inisiasi pertemuan2 dengan lintas sektor terkait untuk membicarakan mengenai NATIONAL RASFF

2. Tata cara dan alur yang jelas untuk pelaporan dan pertukaran informasi

3. Pembuatan  rancangan TOR NATIONAL RASFF

3. Peresmian TOR NATIONAL RASFF

       

4.           Adanya rancangan Guideline INRASFF
Rancangan pedoman INRASFF telah dibahas oleh INRASFF Working Group pada tanggal 30 Nopember 2010. Salah satu rekomendasi dalam pertemuan tersebut adalah perlunya legal aspect  dalam penerapan INRASFF. Untuk itu legal aspect INRASFF akan segera dibuat dengan mengacu kepada legal aspect Jejaring Keamanan Pangan Nasional (JKPN) yang sedang dalam proses peresmian di Kementerian Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. Hal tersebut dikarenakan INRASFF merupakan salah satu program unggulan dalam JKPN

5.         Adanya Draft Rencana Aksi INRASFF

Draft Rencana Aksi INRASFF berisi mengenai latar belakang, tujuan, kegiatan, model dan konsep dasar INRASFF, time frame pelaksanaan, dan logical framework penerapan INRASFF. Draft Rencana aksi tersebut bertujuan untuk mengkoordinasikan kegiatan – kegiatan terkait INRASFF di setiap kementerian terkait dalam rangka meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan penanggulangan cepat keamanan pangan guna meningkatkan keamanan produk pangan yang beredar dalam rangka perlindungan konsumen dan berperan serta dalam fair trade di dalam maupun luar negeri. Kekurangan proposal tersebut adalah tidak adanya sumber dana yang tetap guna melaksanaan kegiatan – kegiatan yang telah dijabarkan dalam proposal tersebut.

6.         Adanya aplikasi untuk pertukaran informasi dalam INRASFF

Aplikasi INRASFF telah dibuat pada tahun 2009. Aplikasi dibuat berdasarkan web-based application, sehingga dapat digunakan dimana saja dengan syarat harus memiliki jaringan internet dan user ID. Alamat aplikasi INRASFF tersebut adalah rasff.pom.go.id. Setiap operator di Competence Contact Point (CCP) telah diberikan user ID dan password untuk dapat login ke dalam aplikasi. Penggunaan aplikasi INRASFF diharapkan dapat mempercepat pertukaran informasi antar otoritas kompeten keamanan pangan dalam menindaklanjuti permasalahan keamanan pangan. Pemutakhiran aplikasi INRASFF akan dilakukan pada Tahun 2011. Pemutakhiran aplikasi meliputi revisi formulir dan laporan, email notification, dsb. Pemutakhiran aplikasi INRASFF membutuhkan biaya dan kosultasi yang cukup besar, untuk itu kegiatan pemutakhiran diusulkan dalam kegiatan Trade Support Program (TSP) II dengan dukungan technical assistance dari Uni Eropa.