Home » Status INRASFF » Partisipasi Indonesia Dalam Asean Rasff

PARTISIPASI INDONESIA KE DALAM ASEAN RASFF

(Instruksi Presiden No. 11 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2011)


Pilot project ASEAN Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) merupakan pilot project yang mengadopsi sistem EURASFF untuk dikembangkan di tingkat ASEAN.  Pilot project ini dilaksanakan di Thailand pada kurun waktu 1 Desember 2006 – 31 Desember 2007 dengan pembiayaan dari European Comission dan Pemerintah Thailand.  Tujuan proyek ini adalah mengembangkan program piranti lunak untuk pertukaran informasi berdasarkan model EU RASFF, membangun jejaring pertukaran informasi keamanan pangan di antara instansi berwenang di Thailand serta di antara pejabat berwenang di sejumlah negara anggota ASEAN.

Negara ASEAN yang bergabung dalam jejaring ARASFF ini adalah Kamboja, Malaysia, Myanmar, Philipina, Thailand, dan Vietnam.  Sedangkan negara ASEAN yang menjadi pengamat adalah Brunei, Indonesia, Laos, dan Singapura.  Perwakilan Indonesia dalam pertemuan ARASFF dari Badan POM adalah Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan (SPKP).
Keanggotaan Indonesia dalam ARASFF adalah sebagai observer, hal tersebut dikarenakan Indonesia ingin memperkuat terlebih dahulu system rapid response antar instansi terkait di Indonesia. Dengan adanya Instruksi Presiden No. 11 Tahun 2011 diharapkan pelaksanaan INRASFF di Indonesia menjadi lebih terkoordinasi dan terintegrasi. Beberapa kegiatan yang diidentifikasi guna memperkuat INRASFF sebelum Indonesia bergabung dengan ARASFF antara lain:

a Workshop dan Penguatan infrastruktur nasional
b. Sistem Tekhnologi Informasi dan Pedoman untuk INRASFF
c. Pelaksanaan pilot project INRASFF