Home » Status INRASFF » Kesimpulan

KESIMPULAN


  1. Indonesia telah berkomitmen untuk menerapkan RASFF di Indonesia, yaitu sebagai sistem early warning untuk mencegah bertambah besarnya risiko yang ditimbulkan akibat adanya produk pangan yang memiliki masalah keamanan pangan, baik itu pangan impor, ekspor, atau pangan lokal.
  2. Penerapan RASFF di Indonesia saat ini masih berupa pilot project , dengan menggunakan sistem email based (inrasff@pom.go.id) dan web based (rasff.pom.go.id) dalam pengiriman dan penerimaan notifikasi maupun informasi lainnya kepada CCP di instansi terkait.
  3. Kelengkapan perangkat hukum dan persyaratan legal lainnya guna mendukung terwujudnya INRASFF masih terus dilakukan dengan melakukan pertemuan dan kolaborasi kepada instansi terkait, khususnya Menko Kesra.
  4. Peningkatan kapasitas dan integritas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung penerapan INRASFF harus terus dilakukan dan menjadi prioritas, terutama dalam bentuk pemberian pelatihan dalam rangka penggunaan aplikasi INRASFF dan sistem informasi INRASFF kepada operator CCP di instansi terkait.
  5. Sistem INRASFF, yang merupakan early warning sistem harus didukung oleh kegiatan inspeksi dan monitoring yang terencana dan terintegrasi serta proses traceability yang memadai.